Filipi 4: 10-20
“…sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan”
(Filipi 4:11)

Kita tidak pernah menyadari bahwa sehebat, sepintar dan sekaya apapun kita, ketika kita keluar kita akan menemukan orang yang lebih dari kita.
Oleh karena itu, untuk menghindari semua ini, kita harus selalu terfokus dengan apa yang kita miliki bukan apa yang belum kita miliki.
Tentu saja kita boleh menginginkan hal-hal yang terbaik dalam kehidupan kita, tetapi janganlah kita lupakan bahwa apa yang Allah anggap penting dan baik tidak selalu hal-hal yang selama ini kita prioritaskan. Emas, intan, mobil mewah, rumah besar, tidak ada kaitannya dengan hubungan istimewa yang kita miliki bersama Allah. Tentu saja Allah menginginkan kita untuk hidup sehat dan makmur, tapi menyirami dan memperkaya kehidupan rohani kita bersama Tuhanlah yang terpenting di mataNya.
Tentu saja kita boleh menginginkan hal-hal yang terbaik dalam kehidupan kita, tetapi janganlah kita lupakan bahwa apa yang Allah anggap penting dan baik tidak selalu hal-hal yang selama ini kita prioritaskan. Emas, intan, mobil mewah, rumah besar, tidak ada kaitannya dengan hubungan istimewa yang kita miliki bersama Allah. Tentu saja Allah menginginkan kita untuk hidup sehat dan makmur, tapi menyirami dan memperkaya kehidupan rohani kita bersama Tuhanlah yang terpenting di mataNya.
Paulus adalah pribadi yang harus kita teladani. Ia selalu belajar untuk mencukupkan diri dalam segala hal. Ia tahu apa itu kekurangan dan kelebihan, tapi ia tidak pernah terfokus pada apa yang belum ia miliki.
0 komentar:
Posting Komentar