Kejadian
22:1-19
Firman-Nya:
“Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergillah
ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana…
(Kejadian
22:2)

Bagaimana
kalo tidak berhasil? Tidak ada air lagi. Bukankah lebih aman saya minum airnya
dulu dari pada nanti mati kehausan kalo ternyata pompanya gak berfungsi? Untuk
apa menuangkannya ke pompa karatan hanya karena instruksi di atas kertas kumal
yang belum tentu benar?”
Pikirnya… Untung SUARA HATI nya mengatakan bahwa ia harus mengikuti nasihat
yang tertera di kertas itu sekali pun beresiko. Ia menuangkan seluruh isi kendi
itu ke dalam pompa yang karatan itu dan dengan sekuat tenaga memompanya.
BENAR..!! Air keluar dengan limpahnya. Ia minum sepuasnya. Setelah istirahat
memulihkan tenaga, dan sebelum meninggalkan tempat itu, ia mengisi kendi itu sampai
penuh, menutupkan kembali gabusnya dan menambahkan beberapa kata di bawah
instruksi pesan itu, “..Saya telah
melakukannya dan berhasil. Engkau harus mengorbankan semuanya terlebih dahulu,
sebelum bisa menerima kembali. PERCAYALAH !!!”
Ketika kita dihadapkan
kepada pengorbanan, berdoalah kepada Tuhan, apakah yang menjadi kehendak-Nya,
seperti ketika Abraham harus mengorbankan anak yang dikasihinya, Ishak. Ketika
Abraham pasrah kepada Tuhan dan ia mengorbankan anaknya, Allah memberikan
berkat berlimpah-limpah dan berkali-kali lipat kepadanya. Hal ini juga
berkaitan dengan ketaatan Abraham kepada Tuhan.
Percayalah !!!
Dalam pengorbanan, ada
rencana Tuhan yang amat besar. Maukah kita berkorban untuk sesuatu yang akan
kita dapatkan lebih besar?
0 komentar:
Posting Komentar