banner ads
banner ads
Renungan Harian "The Light" Random Post
Masih Proses, Mohon Sabar Ya :GBU
Sponsored By :The Light Team
SALIB KRISTUS    JANGAN KUATIR    ALLAH: KOTA BENTENG KITA    FOKUS PADA YANG TIDAK KELIHATAN    “HARTA” YANG TERINDAH    TEGURAN YANG BERMANFAAT    UPAH BESAR DI SORGA    MAYAT HIDUP    SEMUA BAIK    KEBAHAGIAAN YANG SIA-SIA    BELAJAR DARI BELALANG    MATA    SYUKURI APA YANG ADA   UNTUK KEBAIKAN KITA    KESUSAHAN    TERTINDAS ITU BAIK?    SANDARAN HIDUP    KENAIKKAN KRISTUS    HARI INI HARINYA TUHAN    MENJADI SAKSI KRISTUS   

Jumat, 18 Januari 2013

PENGORBANAN

Jumat, 18 Januari 2013

Kejadian 22:1-19

Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergillah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana…
 (Kejadian 22:2)


Seorang pria tersesat di gurun pasir. Ia hampir mati kehausan. Akhirnya ia tiba di sebuah rumah kosong. Di depan rumah tua tanpa jendela dan hampir roboh, terdapat sebuah pompa. Segera ia menuju pompa itu dan mulai memompa sekuat tenaga, tapi tidak ada air yang keluar. Lalu ia melihat ada kendi di sebelah pompa itu dengan mulutnya tertutup gabus dan tertempel kertas dengan tulisan: “…Sahabat, pompa ini harus dipancing dengan air dulu. Setelah Anda mendapatkan airnya, mohon jangan lupa mengisi kendi ini lagi sebelum Anda pergi…” Ia mencabut gabusnya dan ternyata kendi itu berisi penuh air. “..Apakah air ini harus dipergunakan   untuk   memancing    pompa?
Bagaimana kalo tidak berhasil? Tidak ada air lagi. Bukankah lebih aman saya minum airnya dulu dari pada nanti mati kehausan kalo ternyata pompanya gak berfungsi? Untuk apa menuangkannya ke pompa karatan hanya karena instruksi di atas kertas kumal yang belum tentu benar?” Pikirnya… Untung SUARA HATI nya mengatakan bahwa ia harus mengikuti nasihat yang tertera di kertas itu sekali pun beresiko. Ia menuangkan seluruh isi kendi itu ke dalam pompa yang karatan itu dan dengan sekuat tenaga memompanya. BENAR..!! Air keluar dengan limpahnya. Ia minum sepuasnya. Setelah istirahat memulihkan tenaga, dan sebelum meninggalkan tempat itu, ia mengisi kendi itu sampai penuh, menutupkan kembali gabusnya dan menambahkan beberapa kata di bawah instruksi pesan itu, “..Saya telah melakukannya dan berhasil. Engkau harus mengorbankan semuanya terlebih dahulu, sebelum bisa menerima kembali. PERCAYALAH !!!”
Ketika kita dihadapkan kepada pengorbanan, berdoalah kepada Tuhan, apakah yang menjadi kehendak-Nya, seperti ketika Abraham harus mengorbankan anak yang dikasihinya, Ishak. Ketika Abraham pasrah kepada Tuhan dan ia mengorbankan anaknya, Allah memberikan berkat berlimpah-limpah dan berkali-kali lipat kepadanya. Hal ini juga berkaitan dengan ketaatan Abraham kepada Tuhan.
Percayalah !!!
Dalam pengorbanan, ada rencana Tuhan yang amat besar. Maukah kita berkorban untuk sesuatu yang akan kita dapatkan lebih besar?





Kekasih Tuhan !!!
Anda diberkati dengan RENUNGAN kami ?
Bagikan ke teman-teman Anda biar jadi berkat. GBU

0 komentar:

Posting Komentar

Tutorial Blog